UKARA RINUMPAKA

Pengarang: Sutanto

Editor: Drs. Sutanto dan Vitriya Mardiyati

Penerbit: Goresan Pena

Sinopsis: Buku ini berisi kumpulan qoute (kata bijak) berbahasa Jawa yang merupakan hasil perenungan penulis, dengan melihat peristiwa di sekitarnya dan fenomena yang terjadi di masyarakat. Ada beberapa jenis kata bijak yang disajikan dalam buku ini, diantaranya kata bijak tentang kehidupan, kata bijak inspiratif, kata bijak pembangkit motivasi, kata bijak religius dan kata bijak bagi para pendidik. Melalui perenungan dan pengalaman hidup mengarungi bahtera rumahtangga lebih dari 30 tahun, penulis mencoba membagikan nasihat sekaligus pengingat diri. Seperti pada kata bijak ke-3. Tresna ora njiret ati loro dadi sawiji. Krana tresna ora kepareng meksa pepinginaning ati kudu padha ing antarane siji lan sijine. Wong kang ambangun brayat agung, kudu legawa nampa kekurangane Yang mengandung makna bahwa, Cinta tidak mengikat dua hati menjadi satu. Karena cinta tidak boleh memaksakan keinginan harus sama satu dengan yang kain. Orang yang membangun rumahtangga harus rela menerima kekurangan pasangan. Untuk yang diberi amanat sebagai pemimpin di semua level, penulis mengingatkan melalui kata bijak ke-9. Ana kalane kalungguhan gawe lali purwa duksina. Lali saka ngendi sangkane, sapa kang paring pambiyantu bisa oleh kalungguhan. Mula becik kudu tansah wening atine, dimen tansah ana dalan kang bener Yang mengandung makna, bahwa ada kalanya kedudukan membuat lupa daratan. Lupa bagaimana awalnya, siapa yang telah berjasa meraih kedudukan itu. Maka lebih baik selalu bersih hatinya, agar selalu berada dijalan kebenaran. Sebagai pelaku olahraga catur, melalui kata bijak ke-98, penulis mengajak menjunjung rasa sportivitas. Aja nganti menang ing patembaya kanthi srana culika. Kang mengkono iku mung kamenangan semu. Dudu kamenangan kang sejati. Tumindak culika bakal ngasorake drajating manungsa. Suwalike menawa kamenangan kanthi prawira, iku dadi pratandha jiwaning satriya, asmane tetep kuncara Yang maknanya, jangan sampai kemenangan dalam sebuah kejuaraan diraih dengan cara licik. Yang demikian itu hanyalah kemenangan semu. Bukan kemenangan sejati. Berbuat licik hanya akan merendahkan harga diri. Sebaliknya jika kemenangan diraih dengan perwira, itu menjadi pertanda jiwa seorang kesatria, namanya akan harum.

Tahun terbit: 2023
Kategori: Fiksi
Media terbit: Cetak
Jumlah halaman: 110 Halaman
NIPB: 990000202313438
© KYM IT Team